2020 6th International Conference on Science in Information Technology (ICSITech) – (Palu, Indonesia)

Link: http://icsitech.org/2020/


The 3rd International Conference on Engineering and Technology for Sustainable Development, ICET4SD – (Yogyakarta, Indonesia)

Link: https://icet4sd.uii.ac.id/


Pengajuan Resident Visa Taiwan (Ikut Keluarga / Joining Family)

Mungkin ada diantara anda yang sedang kuliah ataupun bekerja di Taiwan, berencana untuk membawa pasangan/keluarga anda bersama anda ke Taiwan. Jika anda berencana untuk mengurus resident visa tersebut sendiri (tidak menggunakan agen), anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Prosedur ini kami susun dari pengalaman pribadi kami mengurus resident visa “ikut keluarga / joining family” (kode: SF) ke Taiwan, sekitar bulan Januari – Februari 2019.

  1. Mengisi aplikasi permohonan visa secara online melalui website https://visawebapp.boca.gov.tw, kemudian aplikasi permohonan tersebut di-print dan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.
  2. Melampirkan 2 lembar pasfoto berwarna dengan background warna putih 6 bulan terakhir, ukuran 4 cm X 6 cm.
  3. Fotokopi rekening tabungan suami dan istri (Tidak ada angka khusus yang menyebutkan bahwa anda harus memiliki saldo dengan jumlah tertentu di rekening anda). Direkomendasikan jumlah rekening di atas Rp. 30 jt.
  4. Buku nikah asli (keduanya, buku nikah suami dan istri) yang telah dilegalisir di KUA tempat anda menikah, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, dan TETO. Prosedur legalisir buku nikah di Kementerian Agama dapat dilihat di Gambar 1.
  5. Fotokopi dari buku nikah asli (keduanya, buku nikah suami dan istri) yang telah dilegalisir pada langkah 4 di atas, sebanyak 1 rangkap.
  6. Sertifikat medical check-up asli (sertakan juga foto rontgen dan sertifikat vaksin, jika memang anda disuntik vaksin measles dan rubella) yang telah dilegalisir oleh notaris, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, dan TETO.
  7. Fotokopi dari sertifikat medical check-up asli yang telah dilegalisir pada langkah 6 di atas, sebanyak 1 rangkap.
  8. SKCK Mabes Polri asli yang telah dilegalisir di Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, dan TETO.
  9. Fotokopi dari SKCK Mabes Polri asli yang telah dilegalisir pada langkah 8 di atas, sebanyak 1 rangkap.
  10. Fotokopi Alien Resident Card (ARC) pasangan, 1 lembar.
  11. Fotokopi paspor pasangan, 1 rangkap.
  12. Surat keterangan aktif kuliah / kerja (yang membuktikan bahwa pasangan kita aktif kuliah di salah satu perguruan tinggi di Taiwan / bukti kerja) dari institusi tempat pasangan kuliah / kerja.
  13. Paspor yang bersangkutan.
Gambar 1. Prosedur legalisir buku nikah di Kemenag

Prosedur untuk legalisir dokumen-dokumen (buku nikah, medical check-up, dan SKCK) di Kementerian Hukum dan HAM, dapat anda lakukan di website legalisasi AHU online: http://legalisasi.ahu.go.id/. Setelah melakukan proses pengajuan legalisasi online di aplikasi legalisasi elektronik (Gambar 2), luaran yang akan kita dapatkan dari aplikasi online tersebut adalah voucher dan bukti cetak. Voucher tersebut kita print, kemudian bayar di loket bank BNI yang ada di gedung CIK’s. Loket Adminitrasi Hukum Umum (AHU) terletak di Gedung CIK’s, No.84-86, Jl. Cikini Raya, RT.14/RW.5, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330. Maps: https://goo.gl/maps/QDe45tXeWZE2.

Setelah membayar di loket bank BNI yang berada di Gedung CIK’s tersebut, bukti pembayaran anda tukarkan dengan stiker legalisir di loket 1. Selesailah proses legalisir di Kementerian Hukum dan HAM. Nb: Pembayaran juga dapat anda lakukan via ATM.

Gambar 2. Laman aplikasi legalisasi elektronik Administasi Hukum Umum (AHU)

Setelah anda melegalisasi dokumen-dokumen tersebut di Kementerian Hukum dan HAM, prosedur berikutnya adalah melegalisasi dokumen-dokumen tersebut di Kementerian Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri RI telah menerapkan prosedur permohonan layanan legalisasi melalui aplikasi “Legalisasi Dokumen” yang tersedia di Google Play maupun App Store. Aplikasi untuk android dapat di-install di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.kemlu.protkons.legalisasi1. Setiap pemohon layanan diharuskan melakukan registrasi untuk mendapatkan username dengan password yang ditentukan sendiri, untuk menyampaikan permohonan layanan legalisasi dokumen pada Kementerian Luar Negeri. Setelah melakukan proses pengajuan legalisasi online, luaran yang anda dapatkan adalah nomor permohonan legalisasi dokumen dan verifikasi (disetujui / tidak disetujui) dari ajuan anda tersebut. Jika disetujui, bayar ke nomor rekening yang tertera di notifikasi. Biaya jasa legalisasi dokumen oleh Kementerian Luar Negeri sebesar Rp. 25.000,- per dokumen yang dibayarkan setelah menerima notifikasi perintah untuk membayar. Pemohon membawa dokumen yang telah disetujui dan telah dibayar, ke loket pelayanan untuk mendapatkan stiker legalisasi. Dokumen dimasukkan dalam map berwarna kuning.

Seksi Legalisasi Direktorat Konsuler
Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler
Kementerian Luar Negeri
Jalan Taman Pejambon No. 6 Jakarta Pusat

Manual penggunaan aplikasi legalisasi silakan klik ​​​​​​di sini​.​

Gambar 3. Aplikasi “Legalisasi Dokumen” di Kementerian Luar Negeri

Nb: Semua dokumen asli seperti buku nikah, sertifikat medical check-up, dan SKCK asli yang telah dilegalisir tersebut akan ditahan di TETO selama proses pembuatan visa. Dapat diambil kembali bersamaan dengan pengambilan visa.


[My Escape] – Medical Check-up untuk Studi Lanjut di Taiwan

Proses medical check-up (MCU) merupakan salah satu syarat untuk pembuatan visa ke Taiwan. Rumah sakit / klinik untuk proses MCU inipun sudah ditentukan oleh pihak TETO (Kedutaan Taiwan), jadi tidak bisa di sembarang rumah sakit / klinik. Daftarnya dapat anda lihat di sini.

Dalam kasus saya, dikarenakan di Purwokerto tidak terdapat perwakilan rumah sakit / klinik seperti yang tertera pada daftar di atas, maka saya melakukan proses MCU di salah satu klinik di Yogyakarta. Sebenarnya ada opsi yang lebih dekat, yaitu di Cilacap, namun dikarenakan pertimbangan satu dan lain hal (terutama terkait jadwal vaksinasi yang kurang fleksibel), saya memutuskan untuk melakukan MCU di Yogyakarta.

Persyaratan yang perlu anda persiapkan untuk melakukan MCU ini antara lain:
1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi paspor
3. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 800.000,- (mungkin suatu saat dapat berubah), yang harus dibayar secara tunai / cash
Untuk jaga-jaga, bawa sekalian:
4. Fotokopi KK
5. Fotokopi LoA

Secara teknis dalam rangkaian proses MCU ini beberapa aspek yang dicek antara lain tes fisik, tes darah, tes urine + feses, dan rontgen. Jika hasil medical check-up measles dan rubella negatif, maka kita diharuskan suntik vaksin (yang jadwalnya akan diumumkan oleh pihak rumah sakit / klinik kemudian), dan sebaliknya jika hasilnya positif maka tidak perlu. Jika kita harus vaksin, maka akan ada penambahan biaya vaksin sebesar +/- Rp. 200.000,-. Hasil dari keseluruhan rangkaian MCU tersebut akan diberikan +/- 7 hari dari hari tes.


The Professor and His Beloved Equation

The_Professor_and_His_Beloved_Equation-305972212-large

Hallo, and Welcome. Ya, ini merupakan postingan pertama saya di blog ini. Blog resmi yang disediakan oleh kampus tempat saya bernaung saat ini, ST3 Telkom Purwokerto. Sebuah langkah positif yang patut diapresiasi, membuat semua entitas yang ada didalamnya untuk dapat menuangkan apa yang menjadi mimpi dan hasratnya terkait dengan wawasan yang ingin dibagi kepada sesama. By the way, kenapa harus judul di atas yang menjadi postingan pertama saya? Hmm…

Seperti yang semua orang tahu, mimpi dimulai dari hal kecil, yang membuat seorang bocah berpikir bahwa menjadi seperti itu merupakan suatu hal keren yang mungkin pernah ia lakukan di dalam hidupnya. Kurang lebih tiga tahun yang lalu saya pertama kali menonton film di atas (padahal film ini sudah dirilis sejak 2006). Ya, “The Professor and His Beloved Equation” di atas merupakan sebuah judul film, yang menceritakan seorang professor matematika yang mengalami kerusakan fungsi otak, dimana semua hal yang dialaminya, hanya akan bertahan kurang lebih 80 menit dalam memorinya, kemudian dia akan lupa tentang apa yang dia alami, dan berulang setiap hari…

To be continued….


Hello world!

Welcome to Dosen ST3 Telkom Purwokerto. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!