[Scholarships] – Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral, LPDP 2017

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.

Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.

Sasaran Pendaftar BPI Program Magister dan Doktoral adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik yang unggul dan jiwa kepemimpinan yang kuat serta berkeinginan untuk melaksanakan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral pada perguruan tinggi tujuan LPDP baik pada bidang ilmu yang sama maupun berbeda dengan bidang ilmu pada jenjang pendidikan sebelumnya.

Link:
http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor-2/


[Scholarships] – Adelaide Graduate Centre, Postgraduate Research Scholarships

Adelaide Scholarships International (ASI)

The selection and ranking of applicants within the University of Adelaide is undertaken by the Graduate Scholarships Committee, using the criteria of academic merit and research potential.

The ASI provides

  • Course tuition fees for two years for a Masters degree by Research and three years for a Doctoral research degree (an extension is possible for doctoral programs only),
  • An annual living allowance ($26,288 in 2016) for two years for a Masters degree by Research and three years for a Doctoral research degree (an extension is possible for doctoral programs only), and
  • For Student Visa (Subclass 500) visa holders the award provides compulsory standard Overseas Student Health Cover (OSHC) Worldcare policy for the student and their spouse and dependents (if any) for the standard duration of the student visa.  It does not cover the additional 6 month extended student visa period post thesis submission. If the award holder does not hold a subclass 500 visa then he/she is responsible for the cost of health insurance.

Link:
http://www.adelaide.edu.au/graduatecentre/scholarships/research-international/opportunities/adelaide-scholarship-international/

Login:
https://international-hdr.adelaide.edu.au/login


[Scholarships] – Victoria University of Wellington Doctoral Scholarship

History or background of award

To encourage postgraduate research Victoria offers scholarships to those about to begin their doctoral studies. These scholarships are awarded on academic merit and are open to New Zealand and international students in any discipline. These scholarships are awarded on academic merit and are open to New Zealand and international students in any discipline.

Purpose of award

These Scholarships are intended to encourage and support doctoral study (PhD) at Victoria University of Wellington.

Selection criteria

The Scholarships are open to graduates of any university within or outside of New Zealand who intend to enrol full time for a Doctorate (PhD) at Victoria University or who have commenced their doctoral study at Victoria University.
Please note:It is very important to refer to website for regulations and further process requirements regarding application for this scholarship.

Link:
http://www.victoria.ac.nz/study/student-finance/scholarships/find-scholarship/scholarship-detail?detailCode=100008


[Sholarships] – Knight Hennessy Scholars

The Knight-Hennessy Scholars program will annually identify a group of 100 high-achieving students from around the world with demonstrated leadership and civic commitment to receive full funding to pursue a wide-ranging graduate education at Stanford, with the goal of developing a new generation of global leaders. The Knight-Hennessy Scholars is the largest fully endowed scholars program in the world.

Link:
https://knight-hennessy.stanford.edu/


[My Publication] – Analisis Perbandingan Performansi Protokol Routing AODV dan DSR pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET)

Analisis Perbandingan Performansi Protokol Routing AODV dan DSR pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET)

Prosiding: 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017, Politeknik Harapan Bersama Tegal
ISSN: 2579-9045
ISBN: 978-602-74355-1-3
Author: Sarah Devi Anggraini, Kukuh Nugroho, Eko Fajar Cahyadi

Abstrak—Mobile Ad-hoc Network (MANET) merupakan jaringan wireless multihop yang terdiri dari kumpulan mobile node yang bersifat dinamis. Penggunaan protokol yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk mengirimkan paket data pada MANET. Ad Hoc On Demand Distance Vector (AODV) dan Dynamic Source Routing (DSR) merupakan dua jenis protokol routing reaktif MANET yang sering digunakan namun memiliki metode routing yang berbeda. AODV menggunakan routing table tradisional (satu entri per tujuan), sedangkan DSR yang multiple route dan menggunakan route cache. Penelitian ini dilakukan simulasi untuk mengetahui hasil perbandingan dari performansi routing AODV dan DSR menggunakan software simulator OPNET Modeler 14.5. Parameter performansi jaringan tersebut berupa latency, throughput, jitter dan packet loss. Nilai hasil perbandingan dari kedua protokol tersebut digunakan sebagai referensi untuk menentukan protokol routing yang terbaik diaplikasikan. Layanan yang digunakan adalah FTP (low) sebesar 1000 byte, FTP (high) sebesar 50000 byte dan video conferencing sebesar 30 frame/sec. Performansi latency pada routing AODV lebih baik dibandingkan routing DSR dengan nilai selisih nilai sebesar 492 ms. Untuk parameter throughput, routing AODV pada layanan video conferencing lebih baik dibandingkan dengan routing DSR dengan selisih nilai sebesar 88737,144 bps. Untuk parameter jitter layanan voice pendukung layanan video conferencing, routing AODV lebih baik dibandingkan dengan routing DSR dengan nilai selisih 1,34 ms. Untuk packet loss, routing AODV pada layanan video conferencing lebih baik dibandingkan pada routing DSR dengan selisih nilai sebesar 5,537%. Dari seluruh simulasi diperoleh routing AODV lebih baik dibandingkan DSR dilihat dari nilai performansi latency, throughput, dan  jittter, sedangkan routing DSR lebih baik dibandingkan AODV dilihat dari nilai performansi packet loss.

Kata Kunci: MANET, AODV, DSR, Protokol routing reakif, OPNET Modeler 14.5.