[My Publication] – Pengukuran Performansi WLAN 802.11 b/g/a pada Layanan Video Streaming Menggunakan OPNET Modeler

Pengukuran Performansi WLAN 802.11 b/g/a pada Layanan Video Streaming Menggunakan OPNET Modeler

National Conference: Science and Engineering National Seminar 2, 15 Oktober 2016
Authors: Insani karimah, Eka Wahyudi, Eko Fajar Cahyadi

 

Abstrak: IEEE 802.11 merupakan standard yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel atau yang lebih dikenal dengan Wireless Fidelity (Wi-Fi). Standard IEEE 802.11 memiliki beberapa standarisasi,
diantaranya IEEE 802.11b/g/a, yang memiliki data rate, frekuensi dan modulasi yang berbeda. Lokasi
penelitian dilakukan di STT Telematika Telkom Purwokerto, yang telah selesai melakukan pembangunan gedung baru (digital convergence) dan menerapkan jaringan Wi-Fi. Namun dalam implementasinya, kecepatan akses khususnya untuk layanan video streaming dirasa masih kurang optimal. Kecepatan akses dipegaruhi oleh kualitas jaringan. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan optimasi jaringan Wi-Fi. Perancangan dilakukan sesuai dengan rencana pengembangan infrastruktur jaringan Wi-Fi STT Telematika Telkom Purwokerto. Parameter keberhasilan jaringan yang diukur antara lain throughput, delay dan jitter. Perancangan dilakukan dengan menggunakan software simulator OPNET Modeler dimana setiap komponen penyusun jaringan direpresentasikan oleh node.

Simulasi dilakukan dengan menggunakan 5 kualitas video yang terdapat pada aplikasi youtube, yaitu 240p, 360p, 480p, 720p, dan 1080p. Hasil simulasi dengan waktu 5 menit, standard WLAN 802.11a menunjukkan performansi QoS paling baik dengan nilai rata-rata delay terendah yaitu sebesar 0,0171 ms, rata-rata jitter terendah yaitu sebesar 4,83 ms dan rata-rata throughput tertinggi sebesar 66,24 Mbps. Pada waktu simulasi 1 menit, standard WLAN 802.11a memiliki nilai rata-rata delay terendah sebesar 0,002 ms, rata-rata jitter terendah sebesar 0,92 ms, dan nilai throughput tertinggi sebesar 7,784 Mbps. Berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh maka diketahui bahwa standard WLAN yang memanfaatkan modulasi OFDM, serta menggunakan frekuensi dan bit rate yang semakin besar akan memberikan performansi QoS yang lebih baik.

Kata kunci: Wi-Fi, throughput, delay, jitter


[My Publication] – Simulasi Dan Analisis QoS Video Conference Melalui Jaringan Interworking IMS-UMTS Menggunakan OPNET

Simulasi Dan Analisis QoS Video Conference Melalui Jaringan Interworking IMS UMTS Menggunakan OPNET
Jurnal Infotel: DOI: https://doi.org/10.20895/infotel.v9i1.151.
JURNAL INFOTEL, [S.l.], v. 9, n. 1, feb. 2017. ISSN 2460-0997. Available at: <http://ejournal.st3telkom.ac.id/index.php/infotel/article/view/151>
Authors: Dadiek Pranindito, Eko Fajar Cahyadi

Abstrak: Next Generation Network (NGN) merupakan salah satu teknologi masa depan yang memberikan layanan berupa voice, data, multimedia, dan internet yang mengacu pada konvergensi layanan berbasis IP. Sebuah teknologi yang mendukung konsep konvergensi berbasis IP adalah IP Multimedia Subsystem (IMS). UMTS merupakan salah satu teknologi bergerak seluler generasi ke tiga (3G) yang sebagian besar masyarakat gunakan karena rata-rata masyarakat sudah menggunakan gadget yang mendukung jaringan 3G. Dengan menggunakan jaringan 3G, masyarakat dapat melakukan komunikasi video conference. Video conference merupakan salah satu komunikasi jarak jauh yang bersifat real time sebagai pengganti tatap muka. Namun, layanan video conference pada jaringan IMS UMTS perlu diketahui kelayakannya. Video conference merupakan layanan yang sensitif terhadap delay sehingga perlu dilakukan analisis QoS. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dan analisis QoS video conference pada jaringan IMS UMTS. Simulasi ini akan dibuat dengan menggunakan software OPNET modeler 14.5. Skenario yang digunakan adalah skenario Integrated Service (IntServ) untuk mengamati jaringan IMS dan Differentiated Service (DiffServ) untuk mengamati hubungan antara IMS dengan UMTS. Penelitian ini menggunakan jumlah user yang berbeda-beda yaitu 4 user, 8 user, dan 12 user dengan waktu simulasi berbeda juga, yaitu 100 second, 200 second, dan 300 second. Dari hasil penelitian yang didapat, pada skenario Intserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 26.643 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 233.069 ms, dan jitter  sebesar 0.073 ms. Untuk skenario Diffserv dihasilkan nilai rata-rata terbesar untuk throughput adalah 8.484 Mbit/s, end-to-end delay sebesar 164.138 ms, dan jitter sebesar 0.488 ms. Untuk nilai packet loss ke dua skenario menghasilkan nilai kurang dari 1%. Jika dilihat dari standar ITU-T G-114, rata-rata nilai parameter pada ke dua skenario termasuk dalam kategori baik.


[My Lecture] – Pemodelan dan Simulasi – Tugas 4

Tugas Pemodelan dan Simulasi ke-4 (Routing Protocol): RIP & OSPF.
RIP (Reading Section: 4.1.5, 4.1.7, dan 4.2.2 dari buku Computer Networks: A System Approach).
OSPF (Reading Section: 4.2.3 dan 4.2.4 dari buku Computer Networks: A System Approach).
Kumpulkan paling lambat 3 hari setelah tugas ini diberikan.
Subject: Tugas 4
*) Sertakan analisis grafik simulasi anda sendiri (Bebas, tidak ditentukan dengan pertanyaan)

Lab 6 – RIP
Lab 7 – OSPF