[My Publication] – Assessing Readiness of IP Networks to Support H.323 Desktop Videoconferencing Services over Various Scheduling Techniques Using OPNET

Assessing Readiness of IP Networks to Support H.323 Desktop Videoconferencing Services over Various Scheduling Techniques Using OPNET
International Conference: DOI: 10.1109/EECCIS.2014.7003728
2014 Electrical Power, Electronics, Communications, Controls and Informatics Seminar (EECCIS)
Authors: Eko Fajar Cahyadi, Hardi Nusantara

Abstract – Internet only has best effort service characteristic, does not provide a QoS (Quality of Service) mechanism and there are no traffic classification. Real-time applications such as videoconferencing, is the most prioritized service to get a QoS guaranteed in the network. So it is important to provide QoS guarantees for applications that are sensitive to delay and jitter. In this study, writer try to evaluate in detail the readiness of existing IP networks to support desktop videoconferencing services H.323 point-to-point calls for a session capacity that can be supported based on bandwidth and delay bounds that occur in the network for voice and video services. As well as evaluating several methods commonly used queuing disciplines, such as first-in-first-out (FIFO), priority queuing (PQ), weighted fair queuing (WFQ), as well as WFQ queuing algorithm based differentiated service code point (DSCP) with random early detection (RED) to get the best QoS performance values using OPNET IT Guru. Simulation results show the number of videoconferencing sessions that can be supported more determined by the bandwidth instead of end-to-end delay, which can support 63 calls. But when the final accuracy check performed by generating 63 calls simultaneously, there was a considerable mismatch between video and voice packets sent and received. Simulation success by generating 45 calls simultaneously. The generation of 45 calls simultaneously indicate good health network where there is no packet loss, and end-to-end delay around 5.8 ms and adequate utilization for routers, switches, and links. WFQ_DSCP method provide the best value, especially in the number of packets dropped, and ratio of packet sent and received against time among the other methods.

Keywords: OPNET, videoconferencing, FIFO, PQ, WFQ, DSCP


[My Publication] – Analisis Pengaruh Kecepatan Mobilitas User Terhadap QoS di WLAN Menggunakan OPNET Modeler

Analisis Pengaruh Kecepatan Mobilitas User Terhadap QoS di WLAN Menggunakan OPNET Modeler
Conference: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU & CALL FOR PAPERS UNISBANK (SENDI_U), At UNISBANK
Authors: Alfin Hikmaturokhman, Nurul Fatonah, Eko Fajar Cahyadi

Abstrak-Salah satu implementasi jaringan wireless yang sangat populer yaitu teknologi jaringan WirelessLokal Area Network (WLAN) atau dikenal dengan WirelessFidelity (Wi-Fi). Kinerja jaringan yang berkualitas dan performansi yang baik pada jaringan Wi-Fi dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi dari sisi user yaitu pergerakan user mendekati dan menjauhi access point pada saat mengakses internet menggunakan jaringan Wi-Fidengan kecepatan yang berbeda akan mendapat kualitas dan performansi yang bervariasi. Faktor dari sisi user berpengaruh terhadap parameter Quality of Service (QoS) di jaringan Wi-Fi. Parameter QoS pada jaringan Wi-Fi yaitu packet loss, delay, jitter, throughput. QoS yang diperoleh dari pergerakan user di jaringan Wi-Fi dapat diketahui dari simulasi yang dirancang pada software OPNET Modeler 14.5. Pengamatan pengaruh mobilitas user terhadap parameter QoS di Wi-Fi dilakukan pada layanan HTTP, FTP, dan video conferencing. Hasil simulasi dari ketiga kecepatan mobilitas, nilai tertinggi parameter packet loss, delay, jitter pada kecepatan 1,6 m/s dan nilai tertinggi parameter throughput pada kecepatan 0,6 m/s. Nilai tertinggi packet loss pada layanan FTP sebesar 0,011590307%, layanan HTTP sebesar 0,009656612 % dan layanan video conference sebesar 0,654249439 % berdasarkan standarisasi ETSI termasuk dalam rentang 0%-3% dengan kategori sangat bagus. Nilai tertinggi parameter delay sebesar 1,199224675 msberdasarkan standarisasi ETSI termasuk target nilai 150 ms dengan kategori sangat bagus. Nilai tertinggi parameter delay variation sebesar 7,007708769 ms berdasarkan standarisasi ETSI termasuk target nilai <75 ms dengan kategori sangat bagus. Parameter throughput mempunyai nilai tertinggi sebesar 165582,4854 bps masuk dalam standarisasi 802.11g dengan nilai throughput maksimal sebesar 24700000 bps.


[My Publication] – Analisis Karakteristik Teori Antrian Pada Aplikasi Wireless Fidelity Menggunakan Opnet Modeler 14.5

Analisis Karakteristik Teori Antrian Pada Aplikasi Wireless Fidelity Menggunakan Opnet Modeler 14.5
Jurnal: Jurnal Buana Informatika, Volume 6, Nomor 4, Oktober 2015: 321-328
Author: Eko Fajar Cahyadi, Putra Utama Eka Sakti, Alfin Hikmaturokhman

Abstrak – Area Wi-Fi banyak kita jumpai di berbagai tempat, menjadikannya sebagai media akses internet yang lebih mudah untuk digunakan dibandingkan menggunakan kabel LAN. Di lain sisi, internet sendiri merupakan jaringan yang bersifat best effort, yang berarti tidak menyediakan mekanisme Quality of Service (QoS) dan tidak ada klasifikasi trafik layanan. Penelitian ini mengevaluasi mengenai performansi dari tiga metode scheduling, diantaranya FIFO, Priority Queuing (PQ), dan Weighted Fair Queuing (WFQ), pada layanan video conference, VoIP dan FTP, menggunakan topologi Wi-Fi kampus ST3 Telkom. Nilai packet end-to-end delay dan packet delay variation untuk VoIP pada skenario WFQ lebih baik dibandingkan teori antrian lain, yaitu sebesar 171,717ms dan 0,977ms secara berurutan. Pada video conference, nilai packet end-to-end delay dan packet delay variation WFQ juga lebih baik dibandingkan teori antrian lain, yaitu dengan nilai 32,495ms dan 7,207ms secara berurutan. Hal ini dikarenakan pada WFQ memiliki alokasi bandwidth yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Kata Kunci: Wi-Fi, QoS, FIFO, PQ, WFQ


[My Publication] – Analisa Karakteristik Teori Antrian pada Jaringan IP Multimedia Subsystem (IMS) Menggunakan OPNET Modeler 14.5

Analisa Karakteristik Teori Antrian pada Jaringan IP Multimedia Subsystem (IMS) Menggunakan OPNET Modeler 14.5
Journal: Infotel DOI: 10.20895/infotel.v7i1.104
Author: Eko Fajar Cahyadi, Refinda Dwi Cahyani, Alfin Hikmaturokhman

 

Abstrak-Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat, membuat para operator dan vendor telekomunikasi harus dapat menyediakan layanan telekomunikasi yang aman, cepat, dan multi guna, untuk mendorong terciptanya ekosistem layanan telekomunikasi yang beragam bagi para penggunanya. Next Generation Network (NGN) merupakan sebuah teknologi masa depan yang mendukung beberapa layanan terintegrasi seperti voice, data, dan multimedia. Hal utama dari konsep NGN adalah konvergensi dan layanan yang berbasis IP sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dikenal dengan IP Multimedia Subsystem (IMS). Agar pengiriman data dalam layanan IMS menjadi lebih efektif dan efisien maka diperlukan sebuah teori antrian yang tepat untuk digunakan sebagai pengatur aliran paket data. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap beberapa layanan pada jaringan IMS dengan menggunakan tiga teori antrian yang berbeda yaitu First In First Out (FIFO), Priority Queuing (PQ), dan Weighted-Fair Queuing (WFQ). Pengamatan dilakukan terhadap layanan Video Conference dan VoIP. Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa teori antrian WFQ pada layanan video conference menghasilkan rata-rata delay sebesar 9.22 ms , delay variation sebesar 0.036 ms dan packet loss sebesar 0.88%. Sedangkan untuk layanan VoIP menghasilkan rata-rata delay sebesar 144 ms, delay variation sebesar 0.021 ms, dan packet loss sebesar 0.05% serta menghasilkan rata-rata throughput sebesar 7.052 Mbps, sehingga teori antrian yang tepat digunakan dalam jaringan IMS dalam penelitian ini adalah WFQ


[My Publication] – Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP

Analisis Pengaruh RSVP untuk Layanan VoIP Berbasis SIP
Conference: Seminar Nasional Teknologi Terapan 2015 Sekolah Vokasi UGM,

Author: Alfin Hikmaturokhman, Sri Maya, Eko Fajar Cahyadi

Abstrak-Pada penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap kinerja protokol RSVP pada aplikasi VoIP berbasis SIP. Keberadaan protokol RSVP ini bertujuan untuk menentukan kualitas dari sebuah layanan dengan menggunakan variasi codec. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, yang mana melakukan sebuah percobaan dengan melakukan simulasi jaringan menggunakan OPNET Modeler 14.5. Parameter yang diamati adalah end to end delay, jitter, packet loss dan throughput. Skenario yang digunakan sebanyak enam skenario dengan variasi penggunaan RSVP dan variasi codec G.729A dan G.723.1. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat diambil sebuah kesimpulan bahwasanya penggunaan protokol RSVP berperan dalam menurunkan delay dan jitter, karena setiap node melakukan reservasi sumber daya berupa bandwidth terlebih dahulu. Hal ini dilihat dari variasi penggunaan RSVP dengan menggunakan codec yang sama, bahwa untuk parameter delay tanpa RSVP, delay yang dihasilkan sebesar 300 ms dengan jitter sebesar 0,018 ms dan dengan penggunaan RSVP, delay yang dihasilkan sebesar 62 ms yang mana nilai jitter sebesar 0,00089 ms. Pada perbandingan pengunaan RSVP dengan menggunakan berbagai codec, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa codec juga turut berperan dalam menghemat penggunaan bandwidth pada sebuah jaringan. Pada parameter delay, dengan adanya RSVP dan dengan variasi codec, bahwa codec G.723.1 memperoleh nilai sebesar 245 ms dan pada codec G.729A, delay yang diperoleh sebesar 300 ms. Hal ini didasari pada bit rate yang dimiliki oleh masing-masing codec sehingga penggunaan codec juga turut berperan dalam sebuah jaringan. Sehingga, kesimpulan secara keseluruhan bahwasanya penggunaan protokol RSVP dengan penggunaan variasi codec membantu dalam menjaga kualitas dari sebuah layanan.